Metro — Dalam upaya memastikan kualitas input mahasiswa yang unggul sekaligus memenuhi instrumen penjaminan mutu dan standar akreditasi perguruan tinggi, Program Studi S1 Fisioterapi melaksanakan tahapan wawancara bagi calon mahasiswa baru. Seleksi ini dirancang secara fleksibel melalui metode kombinasi, yakni luring (dalam jaringan) dan daring (luar jaringan).

Pelaksanaan wawancara secara hibrida ini mengakomodasi berbagai latar belakang domisili calon mahasiswa. Bagi pendaftar yang berada di sekitar wilayah kampus, wawancara dilaksanakan secara langsung (face-to-face), sementara bagi calon mahasiswa dari luar daerah, sesi wawancara difasilitasi secara daring melalui platform virtual interaktif.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi menyampaikan bahwa tahapan wawancara bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Ada dua poin utama yang menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan ini:

  • Pemenuhan Standar Akreditasi: Kehadiran proses seleksi yang terstruktur, terdokumentasi, setiap calon mahasiswa baru

  • Pengukuran Motivasi & Potensi Akademik: Melalui sesi wawancara, tim seleksi dapat menggali motivasi intrinsik calon mahasiswa, minat terhadap bidang kesehatan dan pelayanan non-klinis, serta komitmen mereka dalam menyelesaikan studi tepat waktu.

Dengan sistem seleksi yang ketat, transparan, dan berbasis standar mutu, Program Studi S1 Fisioterapi berkomitmen untuk menjaring mahasiswa terbaik yang siap dibimbing melalui kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang handal di bidang manajemen layanan kesehatan, riset, edukasi, dan promosi kesehatan bagi masyarakat luas.