METRO — Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Metro terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi kesehatan melalui berbagai langkah strategis. Belum lama ini, jajaran pengelola program studi melaksanakan pertemuan dan diskusi intensif bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Metro beserta Wakil Rektor I, II, III, dan IV. Pertemuan tingkat pimpinan ini membahas secara mendalam berbagai aspek krusial, mulai dari persiapan pelaksanaan perkuliahan, penguatan kebutuhan akademik, hingga pengembangan fasilitas penunjang yang berstandar tinggi di lingkungan S1 Fisioterapi FIKES UM Metro.
Pertemuan strategis tersebut menjadi momentum penting bagi program studi untuk memaparkan sejumlah prioritas pengembangan, khususnya dalam rangka menghadapi persiapan akreditasi program studi serta peningkatan mutu pembelajaran praktik klinis. Salah satu topik utama yang dibahas secara komprehensif adalah rencana penyediaan Laboratorium Terpadu FIKES yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan praktikum mahasiswa secara lebih terorganisir dan efisien. Dalam tata kelolanya, program studi mengusulkan sistem satu pintu melalui Kepala Laboratorium untuk penanganan bahan habis pakai, pemeliharaan alat-alat penunjang seperti modalitas elektroterapi dan latihan fisik, hingga pengaturan alur peminjaman yang lebih terstruktur. Sistem terpusat ini dinilai sangat krusial agar kondisi, keberadaan, serta mobilisasi peralatan dapat dipantau secara berkala guna menghindari tumpang tindih penggunaan antarprogram studi.

Selain aspek manajerial, diskusi juga menyoroti pentingnya pelibatan aktif mahasiswa S1 Fisioterapi dalam pengelolaan dasar laboratorium. Keterlibatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta membudayakan penggunaan peralatan laboratorium sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di dunia kerja profesional. Lebih lanjut, pimpinan universitas dan program studi turut mengkaji pentingnya pemisahan yang jelas antara laboratorium pembelajaran dasar dengan fasilitas untuk praktik klinis lanjutan. Hal ini mencakup pemenuhan standar keamanan, kelayakan alat, serta pelaksanaan kalibrasi peralatan secara periodik untuk memastikan standar keselamatan dan mutu pembelajaran senantiasa terjaga.
Guna mendukung optimalisasi ruang dan fasilitas, FIKES UM Metro turut mengusulkan alternatif pemanfaatan ruang yang tersedia di lingkungan kampus, termasuk opsi penggunaan lantai 4 gedung FIKOM sebagai ruang laboratorium pembelajaran yang lebih representatif dan memadai. Tidak hanya berfokus pada kebutuhan akademik yang berjalan saat ini, diskusi tersebut juga menjadi langkah awal dalam melakukan analisis kebutuhan laboratorium secara komprehensif untuk menyongsong rencana pembukaan Program Profesi Fisioterapi di masa mendatang. Analisis mendalam ini mencakup kesiapan sarana, prasarana, serta perangkat pendukung guna memastikan seluruh standar pendidikan profesi dapat terpenuhi dengan baik apabila program tersebut direalisasikan.
Rangkaian pembahasan bersama pimpinan universitas ini diharapkan mampu menghasilkan langkah tindak lanjut yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Sinergi yang erat antara Program Studi S1 Fisioterapi FIKES dan pimpinan Universitas Muhammadiyah Metro diyakini tidak hanya akan menjawab tantangan pendidikan kesehatan saat ini, melainkan juga menjadi investasi jangka panjang yang strategis dalam melahirkan tata kelola laboratorium yang modern, mendukung kesuksesan akreditasi, serta mencetak lulusan fisioterapi yang unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi. (ard)